Mahasiswa FSRD UNS Raih Juara 2 Kompetisi Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa Nasional di Untidar

Mahasiswa FSRD UNS Raih Juara 2 Kompetisi Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa Nasional di Untidar

Prestasi membanggakan lagi diukir oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kali ini prestasi berikut dipersembahkan oleh Valleno Benaya Setyo Putra mahasiswa Program Studi (Prodi) Kriya Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS. Dengan mengembangkan inovasi pemakaian teknologi informasi untuk sistem memproduksi dan pemasaran, Valleno sukses raih Juara 2 Kompetisi Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa Nasional di Universitas Tidar (Untidar) 2023.

Atas raihan prestasinya ini, ia mengaku puas dan bersyukur. “Setelah sukses menjuarai lomba inovasi dan kewirausahaan ini aku benar-benar bersyukur kepada Tuhan YME. Selain itu, aku terhitung terharu karena bisa membanggakan nama UNS dikancah nasional. Terima kasih terhadap para pihak yang telah memberikan dukungan, terkhusus terhadap keluarga dan orang tua, KWU Center UNS, pihak FSRD dan dekanat FSRD,” paparnya waktu dihubungi tim uns.ac.id terhadap Rabu (14/6/2023).

Selanjutnya tips berasal dari Valleno untuk bisa sukses raih juara ialah memperbanyak doa dan hormat kepada orang tua. Kemudian perbanyak berlatih presentasi PPT proposal bisnis, perbanyak mengikuti perlombaan, dan perbanyak bersedekah, dan juga menolong orang lain yang membutuhkan. “Terakhir aku berharap semoga bisa mengikuti kompetisi yang mirip lagi bersama dengan persiapan yang lebih masak dan memiliki rancangan yang kuat. Hal ini supaya bisa membanggakan ke dua orang tua, keluarga, fakultas, dan pasti bisa membanggakan UNS bersama dengan citra positif.

Kampus Bersinergi Ciptakan Kurikulum EcoGreen

Universitas Trisakti, Universitas Katolik Parahyangan , Universitas Surabaya, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Universitas Wahid Hasyim Semarang, dan Unika Atma Jaya berkolaborasi menciptakan kurikulum EcoGreen. Program ini menyasar mahasiswa dan terhitung UMKM. EcoGreen merupakan sebuah rancangan yang menekankan untuk lebih peduli terhadap isu-isu lingkungan atau biasa disebut sebuah rancangan ramah terhadap lingkungan. Acara berikut digelar terhadap Jumat (16/6/2023) di Unika Atma Jaya. Adapun kolaborasi menciptakan kurikulum ini diperuntukan bagi para mahasiswa dan UMKM yang bakal terjadi di dalam tiga th. ke depan.

Co-Coordinator Universitas Katolik Parahyangan Maria Widyarini mengatakan, kurikulum EcoGreen benar-benar perlu keberadaannya bagi mahasiswa dan UMKM. Maka berasal dari itu, dia pun mengidamkan projek ini bisa dijalankan bersama dengan sebaik-baiknya. “Tentunya ini benar-benar perlu karena kita di dalam 3 th. ke depan ini tidak benar satunya adalah mendesain kurikulum untuk para mahasiswa karena project ini sesungguhnya kolaborasi pada kampus dan UMKM,” ucap Maria terhadap Jumat.

6 Universitas di Indonesia Melakukan Penelitian Pertanian Internasional Australia

Dilansir dari bppp-tegal.com Pusat Penelitian Pertanian Internasional Australia (ACIAR) menjalin kemitraan bersama dengan enam kampus di Indonesia. Kemitraan berikut ditandai bersama dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama dengan enam kampus oleh CEO ACIAR Prof Andrew Campbell minggu ini di Jakarta. Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams PSM, menyongsong baik kemitraan pada ACIAR bersama dengan enam kampus di Indonesia tersebut.

“Selama lebih berasal dari empat dekade, ACIAR telah bermitra bersama dengan Indonesia untuk melacak solusi bagi tantangan pertanian yang dihadapi bersama dengan melalui penelitian internasional,” ujar Dubes Penny Williams sebagaimana dilansir berasal dari keterangan pers Kedutaan Besar Australia. MoU ini bakal menghasilkan banyak ide penelitian bersama dengan di tahun-tahun mendatang.

Prof Campbell menjelaskan hasil penelitian di awalnya telah menyatakan bersama dengan memahami bahwa proyek-proyek yang dijalankan bakal lebih memberikan manfaat bagi petani, masyarakat pedesaan dan pembuat kebijakan ketika para peneliti ahli berasal dari ACIAR bekerja mirip bersama dengan para ahli lokal. “Saya puas ACIAR bisa mewujudkan usaha kemitraannya bersama dengan universitas-universitas di Indonesia karena kemitraan kooperatif merupakan langkah terbaik untuk menangani tantangan-tantangan yang tersedia waktu ini dan di masa depan,” kata Prof Campbell.

“ACIAR telah bekerja mirip bersama dengan universitas-universitas di Indonesia sepanjang bertahun-tahun, dan kita telah melihat langsung bagaimana kebolehan penelitian mereka berkembang. Dengan ada pergantian di dalam sistem penelitian dan inovasi di Indonesia waktu ini, kita bisa memicu kesepakatan secara langsung bersama dengan tiap-tiap universitas, dan ini merupakan perihal yang benar-benar menarik,” tambahnya. Universitas Mataram di Lombok, Institut Pertanian Bogor di Bogor dan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta telah menjadi mitra jangka panjang ACIAR, waktu Universitas Udayana di Bali, Universitas Diponegoro di Semarang dan Universitas Sam Ratulangi di Manado bermitra di dalam proyek pertama mereka di bidang agribisnis yang di dukung oleh ACIAR.

Author: Thadvating